Bingung

Aku terdiam di atas kasur
Menatap layar terang dihadapanku
Sebentar lagi harus sudah dikirim
Namun tak ada yang terbayang di kepala

Bingung, sungguh bingung aku
Ku tak pernah tahu ingin menulis apa
Seperti orang bilang, menulis puisi itu bebas
Asal masuk akal, menarik, dan jelas

Lalu aku bongkar isi tas
Mencari buku yang kemarin
Ya, aku diberi buku oleh si Bapak Tua
Entah apa isi darinya

Seperti orang bilang, Bapak Tua itu gila
Semua khayalannya tidak masuk akal
Meski beliau bercerita dengan semangat
Tiada yang dapat percaya padanya

Aku mungkin saja percaya
Saat ku buka halaman pertama
Kutemukan foto misterius
Bisa jadi itu adalah anak si Bapak Tua

Baiklah, bisa dibuat cerita
Tetapi belum tentu alurnya seru
Kupikir ini akan gagal
Karena di halaman kedua ada puisi aneh

Kemudian aku semakin penasaran
Halaman ketiga dan keempat mengerikan
Aku melompat ke halaman dua puluh tiga
Aduh, terlalu jauh

Kembali ke halaman tujuh belas
Sang anak dari si Bapak Tua sedang bermain
Disamping anak ada naga raksasa
Sepertinya naga itu tidak akan memakannya

Dan aku mencari lagi
Halaman demi halaman kulewati
Akhir dari cerita ini seperti apa
Ternyata si Bapak Tua adalah aku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s