Broccoli

Dan yang akan saya bicarakan bukan tentang sayuran, oh tentu bukan.

Saya bersekolah di SMA favorit di kota saya dan tahun ini sekolah saya mengadakan sebuah acara perlombaan antar SMA — yang sekarang kita sebut saja dengan ‘brokoli’.

Ya, seperti SMA lainnya, sekolah saya pasti membuat acara ini agar terkenal. Saya pikir bahwa menjadi panitia acara ini akan seru.
Rupanya tidak demikian.

 

Seperti yang kalian ketahui, saya adalah anak yang (lumayan) aktif. Saya mengikuti banyak ekskul, termasuk Desain Grafis. Saat tahu bahwa dari ekskul tersebut harus ada perwakilan wortel (panitia acara Brokoli), saya dengan senang hati mendaftarkan diri.
Kemudian, sang ketua ekskul mengatakan bahwa saya harus bersedia mengeluarkan biaya sebesar (sekian). Tentu saja saya keberatan, tapi saya jalani demi suksesnya Brokoli.

Tak hanya sekali, kami selaku panitia selalu saja ditarik biaya. Saya kira sie. Sponsor sudah mencari sponsor tetapi kelihatannya belum?
Banyak yang protes, apalagi non-panitia yang diharuskan membayar swadaya yang tidak sedikit jumlahnya. Tidak semua non-panitia pun ingin menonton closing kan?

Sebagai anggota Japan Club juga saya menjadi panitia di acara yang JC selenggarakan. Acara ini pun dimasukkan ke serangkaian acara Brokoli karena bertepatan pada bulan diadakan acara Brokoli. Padahal seharusnya acara Jepang ini sendiri. Ya sudahlah.
Lagipula acara Jepang ini hanyalah kelas-kelas budaya dan tidak ada lombanya.

Kami semua wajib membayar swadaya, iuran per hari, menjual sabun muka, menjual tiket, bahkan membayar untuk menonton closing sendiri. Segila itu kah?
Seharusnya dengan membayar, saya sekarang ini sudah mendapat ID card beserta kaos namun tampaknya belum dibagikan.

Lalu bagaimana dengan closing? Ya, the gengsi is strong this year. Tahun 2014, sekolah saya hanya mengundang satu artis tetapi masih mengutang untuk konser sehingga tahun 2015 ditiadakan. Sekarang telah hidup lagi acara Brokoli yang legendaris ini dan yang membuat saya benar-benar terkejut hingga jungkir balik dari kasur lalu berguling dari lantai atas hingga lantai bawah sambil teriak histeris adalah

Sekolah saya mengundang 5 artis, bahkan lebih jika menghitung band asal sekolah (yang seharusnya mendapat profit juga dari penjualan tiket)

Dan apakah itu murah? TIDAK.

Dengan bangga dan langkah penuh keberanian, sekolah saya tercinta ini mengundang artis-artis kece seperti (past tense-nya) RUN, Andra dan si Tulang Belakang, DJ-DJ gitu serta artis lain yang pengucapan namanya terlalu sulit bagi lidah saya apalagi kalau diketik. Jari saya keriting nantinya.

Ya….saya mau bicara apalagi? Saya sudah muak. Saya lelah mengetik.

Itu saja pembahasan acara Brokoli 2016 yang berhasil menguras dompet sampai bersih dan licin, mengalahkan tukang laundry langganan saya.

Semoga tahun depan ditiadakan, ataupun kalau ada…saya harap angkatan saya dan adik kelas saya dapat mengaturnya dengan lebih baik. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s