Doki-doki

Bel masuk berbunyi. Aku bergegas menuju ruangan kelas XI IPA 7. Entah mengapa tetapi aku merasa ada sesuatu yang salah. 

Persis di depan pintu, ada manusia yang sedang membuang sampah. Badan menghadap membelakangi diriku, tentunya aku tak bisa menebak dirinya siapa. 

Aku berjalan menuju pintu. Penasaran aku dengannya. 

Berbeloklah tubuhku ke kanan. Ternyata manusia yang tadi telah membuang sampah adalah dia. 

Dia yang selama ini menghantui pikiranku, sekarang berdiri tegak. Bernapas, di depanku. 

Mulutku beku, mataku menatap tepat di tengah-tengah matanya. Aku tahu ia biasanya terlihat sebal dan malas denganku.

Kali ini tidak. 

Dengan bodohnya aku menatap ke arah lain, muka otomatis memerah semerah tomat. Langkahku membelok ke arah lain. Aku berusaha menghindarinya. 

Meski sebenarnya ia tak merasa terganggu dengan kehadiranku. 

3 detik menatapnya. Melihat senyum manisnya dengan jarak 9cm dari senyumku. Hatiku berdegup kencang, tetapi aku tidak tahu bagaimana keadaan hatinya. 

-Selasa, 20 September 2016. 10:32 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s