Wall Magz

Hari Sabtu, 15 Oktober 2016 aku bersama teman-teman seperjuanganku berangkat ke acara DSPARTED untuk mengikuti lomba Wall Magz, atau “majalah dinding” yang sering kita dengar dengan istilah mading.

Aku pergi bersama empat (seharusnya lima tapi ya sudah lah), yakni Dinda dan Tasya yang sama-sama kelas XI serta Naura dan Fifi yang sama-sama kelas X. Kami awalnya tidak begitu dekat namun setelah tiga hari ini, benar-benar terasa rasa kekeluargaan yang memelukku erat.

Persiapan untuk lomba ini baru dimulai di hari Rabu dan dilanjutkan pada hari Kamis serta Jumat. Mulai dari hari Rabu pulang sekolah, kami berlima pergi ke mall AEON dan berdiskusi tentang konsep madingnya. Sayangnya meski sudah ke Gramedia dan toko AEON bagian peralatan tulis, kami hanya membeli satu bungkus origami corak ukuran kecil ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ udah gitu kita mampir dulu ke ๊ฟ€๋‹ญ (bacanya ‘Kkuldak’ ya) dan pastinya beli ayam madu yang dibilang enak sama orang-orang. Dan seriusan enak, sumpah. Kemudian, di hari Kamis kami mulai mengecat latar dan membuat gunung di rumahku. Sedihnya gunung itu tidak kuat menahan bebannya sendiri sehingga ambruk dan diperbaiki oleh Ibuku ketika aku masih berada di sekolah. Terakhir, di hari Jumat kami melanjutkan gunung gagal itu lalu merangkai kata-kata untuk ketujuh artikel itu. Apa aja sih isi artikel-artikel itu? 

Ada tiga artikel utama dari mading ini yaitu kata redaksi, pembahasan tema, dan inovasi. Tema dari mading kami adalah “Solution for Revolution” yang artinya solusi untuk revolusi, atau perubahan. Di mading kami sudah kami paparkan berbagai macam permasalahan di Bumi serta kiat-kiat untuk merubah nasib malangnya seperti memisahkan sampah di 3 tempat sampah (organik, non-organik, B3) dan menyetorkan ke bank sampah. Ada juga model angkutan umum yang menyarankan kita agar meninggalkan kendaraan pribadi dan menikmati fasilitas tersebut untuk mengurangi asap berbahaya. Inovasinya adalah progam kerja andalan Moonzher yang baru saja berjalan di semester lalu, dan sukses pula. Mooncard, Moonzher Car Free Day. 

Selain itu, ada empat poin yang kami bahas yaitu mengenai gas berbahaya (dibagi menjadi dua; asap pabrik dan asap kendaraan), hutan, dan sampah. Salah satu rekanku pun berinisiatif membuat puisi berjudul “Serpih” sebagai pesan dari Bumi untuk kami semua sebagai penghuninya. 

Ya itu sih inti-inti dari madingnya, lanjut ke penilaian.

Aku yang ditugaskan untuk mengambil nomor urut. Ya entah sial atau tidak tetapi menurutku angka 4 itu bagus. Alias terakhir di ruang 3. Yang mempresentasikan adalah Dinda sendiri, dan kami tidak banyak membantu namun ia lancar saat menjelaskan poin-poin dari mading dan tahan banting pula. Jujur saja aku sebal, kesal, marah dan benci pada jurinya. 

Ku pikir mereka baik tetapi baru saja berjalan menuju kami, salah satu dari tiga manusia itu sudah berbicara yang tidak pantas. “SMA 2 Tangsel ya? Kan sekolah terkaya, kok pelit?” sungguh sakit hatiku. Padahal sekolah sudah memberi kami biaya untuk membeli semua alat dan bahan ini. Dinda menjelaskan madingnya dengan baik tetapi aku rasa juri-juri itu tidak memperhatikannya. Justru mereka mencoba menjatuhkan kita. Tiba-tiba ada juri yang bertanya “Emang bayaran di Moonzher berapa?” Deg. Bayaran. Lalu Dinda jawab “Kalau saya sih reguler,  Rp200.000,00.” dan manusia tadi bertanya lagi “Oh, kalau yang unggulan?” ya unggulan itu reguler hm maksud lo pengayaan, pak? Suasana mulai semakin panas. “Hmm setau saya sih Rp500.000,00”. Sialannya sih Bapaknya bilang, “Oh kita sih gratis.” MAKSUDNYA?? ? ? 

Ya, itu aja sih inti dari hari ini. 

Udah capek-capek buat, kalah. Dikatain lagi sama juri. Mantep gak tuh? ๐Ÿ˜‚

So yeah, please enjoy some pics of our victory. Even though we didn’t win, at least we tried. And felt like we could have won HAHAHA (p.s : maafkan ke-alay-an saya)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s