Muspus goes to Bogor!

In which team B goes to Bogor, since team A went to Serang. 

Hari Selasa, 25 Oktober 2016. Lagi-lagi kami mengikuti lomba musikalisasi puisi. Kali ini lombanya di SMAN 5 Bogor (which is somewhere in West Bogor, I guess?!) dan rupanya jauh juga ya dari sekolah EHEHEHEH

Kami dispensasi dari hari Kamis pulang sekolah. Sejujurnya aku gak setuju karena di hari itu ada praktikum biologi buat ngecek golongan darah dan aku sudah terlalu sering gak ikut praktikum, karena jujur aja sih susulannya males. Tapi sempat sih mampir ke laboratorium biologi karena lumayan dekat dengan studio. 

Nah, siapa aja yang ikut dan puisi yang diaransemen apa? 

Saya dan dua teman saya bernama Jihan dan Jasman yang sama-sama kelas XI serta Duta, Acu, dan Farel yang masih kelas X. Sebenarnya Jasman member baru, tetapi tidak butuh waktu yang lama baginya untuk beradaptasi karena ia sudah terbiasa bergaul dengan manusia-manusia pecinta sastra dan penikmat musik. 

Puisi yang diaransemen ada dua; puisi wajib karya Sapardi Djoko Damono berjudul ‘Sonet: Hei! Jangan kaupatahkan’ dan puisi pilihan karya Lies Wijayanti S.W berjudul ‘Beri Aku’. 

Sebenarnya waktu 5 hari tidak begitu efektif (malah mungkin benar-benar kerasa 2 hari doang latihannya, karena Sabtu-Minggu skip), karena pas tampil tuh benar-benar kurang maksimal. Dari segi aransemen puisi sulit dan ya kurang waktu aja buat memantapkan musikalisasinya. 

Saat hari-H, kami berangkat jam 7 kurang dan sampai sana (lupa jam berapa) kayaknya jam 8 lewat. Kemudian kapten kami alias Farel meregistrasi ulang dan mendapat kupon makanan lalu kami diarahkan ke ruang tunggu yang mesti naik tangga lalu belok kemana-mana hm. Dan aku memakai high heels HMMM

Kami kebagian nomor urut 19 yang yha lumayan lama ya, baru tampil jam 2 lewat. Udah gitu gabut banget nungguin HAHAHA yang cowok main capsa, Kang Adang (pelatih kami) jalan-jalan di luar, aku dan Jihan nyanyi bareng. Sekolah yang latihan di samping kami latihan terus dan ya memang bagus banget sih. 

Ya pas tampil puisi wajib sih bagus tapi saat tampil puisi pilihan. . . . ya. . . . bisa dibilang hancur. Tempo salah, vokalis bingung, semua ikut bingung. Udah gitu di dalam ruangan hanya ada juri, tak ada yang melihat dan merekam kami tampil.

Setelah itu, kami makan di warung depan SMAN 5 Bogor dan abis makan balik lagi ke SMA nya karena nunggu “pengumuman”  yang subhanallah lamanya 

Ternyata kami gak lolos ke final (ya iyalah HAHAHAH), yang lolos dari Bogor semua (ya iyalah HAHAHAH (2)). Nunggu udah lama, hujan pula. Sertifikat gak dikasih. 

Ya sudah pulang saja. Kami mencari mobil Elfnya Jasman, kata Bang Ade “ada di Bogor golf”. Bogor golf dimana pula. . .?

Eh taunya beneran ada Bogor Golf HAHAHAHAH ASIK

gapapalah kalah yang penting foto di golf wanjay
udah ah capek

besok-besok menang lah mzr

y x g menang

💕💕💕

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s