Pusing karena politik

gak juga sih sebenarnya (lol)

tapi seperti yang sudah kita ketahui, tanggal 15 februari dan 19 april 2017 itu habis ada pilkada cagub dan cawagub DKI jakarta.

sebenarnya gua masih 16,5 tahun alias belom resmi punya KTP seperti teman-teman gua yang lain dan gua pastinya gak tinggal di daerah jakarta jadi harusnya semua ini gak jadi masalah bagi gua, kan? ya….
berhubung jakarta adalah ibukota indonesia, kayaknya semua orang pasti bakal update tentang peristiwa ini.

sekilas tentang pilkada, ada 3 paslon gubernur-wakil gubernur yaitu (sesuai nomor urut):
1. agus – sylvi (partai persatuan pembangunan/PPP)
2. ahok – djarot (partai demokrasi indonesia perjuangan/PDIP)
3. anies – sandiaga (partai gerakan indonesia raya/gerindra)
ya dan karena paslon 1 sudah gugur tinggal final (jiah final) antara paslon 2 dan 3

nah ini nih yang jadi masalah, masalah utama yang bener-bener bikin gua bete dan mikir-mikir sampe gila sendiri.

indonesia mana bhinneka tunggal ikanya?

bagi yang beragama islam, kita tahu bahwa kita surat an-nisa ayat 44 yang berbunyi “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah kami ingin mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (QS:  An Nisa’ [4]: 144)
menjelaskan bahwa kami sebagai umat beragama islam dilarang memilih orang kafir (in this case, ahok) sebagai pemimpin (in this case, gubernur DKI) karena beliau tidak beragama islam (in this case, kafir).
bener sih, karena menurut gua pribadi ya selain lebih aman, tentram, dan damai milih pemimpin yang beragama islam, dengan kita memilih orang yang non-islam ya kemungkinan besar indonesia yang semula damai bisa jadi terancam? atau sang pemimpin lebih memilih mengurus yang seagamanya aja?
itu sih yang udah di mindset warga indonesia, dan itu salah besar.

gua pernah nonton ceramah ustadz zakir naik dan ada pemuda yang nanya “kalau orang islam milih pemimpin yang bukan islam hukumnya apa?” nah dijawab sama beliau “kalau emang dua-duanya non ya pilih yang lebih menjalankan sunnah-sunnah nabi, kalau di antara keduanya ada salah satu yang islam – jelas – pilih yang islam. kalau dua-duanya islam ya pilih yang lebih menjalankan sunnah-sunnah nabi.
nah yaudah kan, in this case, harusnya sih milih paslon 3. tapiii….

semua paslon ada keunggulan dan kekurangannya masing-masing, dan menurut saya ahok-djarot isn’t so bad though. yaa meski ada track record dimana ahok ngomongnya asal ceplos (well duh orang cina kan yang pertama ngarang yang namanya lu-gua) juga “penistaan ayat” waktu itu yang hebohnya aje gileee plis banget iya emang al-qur’an bukan kitab buat dimainin apalagi dinista kayak gitu. tapi tolong masalah itu gak usah dibawa-bawa ke acara pilkada juga.
manusia gak ada yang sempurna dan masih banyak masalah kayak orang yang gak punya tempat tinggal yang layak, anak-anak jalanan masih belom sekolah, korupsi??? hellooo! mentang-mentang dia orang besar dan melakukan satu kesalahan, kalian hebohnya luar biasa tapi benar deh kayaknya masalah buang sampah sembarangan, apalagi polusi yang menyebabkan pemanasan global tuh jauh lebih penting dibanding mikirin kata ahok.
dunia ini mau hancur dan kalian masih bisa aja nyampurin masalah agama dan politik. plis. gua aja yang masih remaja gak setuju sama para dewasa dan orang tua yang seharusnya berpikir lebih bijak.
(bukan berarti gua pro ahok-djarot, i’m just stating the real deal here)

gak bakal banyak bahas tentang anies – sandiaga sih, karena gua juga dah bilang sebelumnya klo gua jelas bukan warga DKI (gua warga mana yeee heee tebak hayo) dan gua masih 16,5 tahun tapi dengan umur gua yang masih dibilang ABG labil ini gua setidaknya masih punya kepedulian dengan negara tercinta gua ini yang semoga aja di golden age gua menjadi lebih baik dibanding teen age. secara, gua ngerasa sih dibawah kepemimpinan siapa tuh uang jajan gua ya segini, lalu gaya hidup gua begini, macetnya di jalan begitu, semua pasti dipengaruhi sama yang berkuasa secara tidak langsung. mau ga mau ya dinikmatin ae ya?

yang gua bener-bener benci tuhh ya benci meaning despise not benar-benar cinta HIYAAAH
gua ga suka sifat childish para pemilih paslon 2 maupun 3

pertama, paslon 2, gua juga tau mereka kepedean bilang “kami berani jatuh dari monas kalo ahok kalah” atau cewek yang berani potong (maaf) payudaranya? dan ya “keberanian” lainnya yang sebenarnya menurut gua gak rasional dan bener-bener sinting. kayaknya gua kalo ditolak doi juga ga bakal lompat dari atas gedung juga deh yaa (meskipun ditolak doi gak seheboh dan selebay acara pilkada ini, but i’m just saying)
emang si di satu sisi emang itu gaje maksimal tapi ya that means that they seriously want their hero to save the day. they’ll sacrifice everything so ahok-djarot wins.
harusnya disikapi dengan baik, ya boleh aja dukung kampanye paslon 2 tapi ya biasa aja keles!!!!!!!1 🙂

kedua, paslon 3. harusnya sih menurut pandangan saya nih para “fans” atau “pengikut” paslon 3 tuh bijaksana dan cerdas. tapi pada kenyataannya banyak loh yang setelah melihat hasil quick count banyak yang mention ke pendukung paslon 2 yang nge-tweetsemoga gubernur dan wakil gubernur mendengar kaum minoritas“. mereka bilang “ya yang minoritas harus tahu diri” or something like that. sama aja gile, pede juga lo-lo pada! ini yang gua maksud dengan indonesia mana bhinneka tunggal ikanya?
udah gitu nih ya, gua nemu di timeline LINE gua (dari akun orang sih, yang sepertinya non-islam), dia nge-screenshot dari pengguna instagram yang astaghfirullahaladzim..
gua juga lupa nama akunnya siapa tapi yang jelas dia ngatain yesus atau nabi isa a.s. katanya “anjing aja ngelahirin anjing, babi ngelahirin babi, manusia masa ngelahirin tuhan?” even though that honestly makes sense. but what made me sooo pissed off is “iya gw dulu agama kristen dan alasan gua jadi islam karena…” ya dia ngejelasin. iya ukhti, alhamdulillah kalo kamu muallaf tapi kenapa bicaramu kayak orang murtad naudzubillah min dzalik 😦 kalo dia gak berkerudung gua sih gak bakal mikirin separah ini tapi doi berkerudung ya Allah… emang si gua juga gak sempurna ya tapi gua selalu belajar dari kesalahan, nah ini udah berkerudung ngomongnya parah.
benar, kita sebagai umat muslim tidak mengakui bahwa yesus adalah tuhan, tapi bukan berarti itu acceptable untuk meledek kepercayaan orang lain.
dengan kita meledek tuhan orang, sama aja ngeledek Allah SWT loh (karena orang tersebut bisa aja balas ledekan?)

yaudah intinya tuh ya buat yang kepedean nih, kalo udah janji ya dikerjain dong meskipun rada goblok juga sih janjinya lompat dari monas karena woi sama aja jual nyawa lo sendiri?
tapi buat yang menang juga stay humble lahh, kalian tuh pendukung paslon 3 so please please be like your idols and not some spoiled brats that vote just because of religion or because everyone you know does it. dan udah tahu menang, hormatin yang kalah.

it’s dumb to make people feel more defeated when they’ve already lost it all.

ga suka banget gua yang pada screenshot janji paslon 2 mau mengorbankan diri dan captionnya “AYO DISHARE KE SEMUA GRUP” like bruh i know a promise is a promise but they’re (still?) kids, okay!? let them and their euphoria of this ridiculous governor – vice governor election be.
jujur aja gua malu sebagai (if i even am, but my parents totally are) pendukung paslon 3 dimana manusia-manusia pendukungnya tuh banyak yang seenaknya dan udah tahu jelas anies-sandiaga menang tapi belaga banget gila

udahan dulu ya keburu emosi parah HAHAHAH

makasih banyak dah baca curcol sampah (re: pandangan seorang anak muda terhadap dunia politik indonesia) saya

kurang lebihnya mohon maaf

stay positive folks! ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s